Mittwoch, 14. Mai 2008
Freitag, 29. Juni 2007
Perjalanan panjang menuju indo
Alhamdulillah ayah sudah selesai sekolahnya dan segala urusannya di German, tanggal 28 acha, ibu dan ayah berangkat dari Busüm menuju Indonesia, acha diantar sama kakek Jurgen Schmit dari Büsum menuju Hamburg pake mobil FTZ. Acha berangkat dari Busümnya jam 10 pagi kerena pesawatnya berangkat jam 3 sore. Acha dari Hamburg naik pesawat Emirates dan ayah sudah mesan tiket yang rutenya pendek dan hanya satu kali berhenti di Dubai saja..
Sesampai di Hamburg ternyata pesawatnya delay dan acha harus nunggu dari jam 12 sampai jam 19, dan seharusnya pesawat itu berangkat jam 15, selama kurang lebih 4 jam itu acha nunggu di Hamburg sambil main dan ternyata menunggu itu ngga enak benar.
Karena berangkatnya di delay selama 4 jam otomatis sampainya di Dubay juga telat, pertamanya kata petugas di Hamburg nanti pesawatnya dari Dubay menuju Jakarta akan nunggu pesawat yang dari Hamburg ternyata pesawat yang acha tumpangi itu sampai di Dubay pesawat dari Dubay menuju Jakarta sudah berangkat, aduh ketinggalan pesawat nich kata ayah, gimana nich kata petugas yang di Hamburg nunggu ternyata ngga ya.... gimana lagi donk nak kita harus nunggu di Dubay seharian menunggu pesawat berikutnya.........hemmmmmmmm dengar gitu ibu sama acha langsung lemas dech, soalnya kita udah lari lari takut ketinggalan....
Setelah ayah menemui petugasnya ayah di kasih tiket baru dan berangkat lagi jam 12 malam waktu Dubai katanya, aduh ada-ada aja gimana nich, kita harus nunggu dimana masa kita nunggu di Bandara dari jam 4 subuh sampai jam 12 malam kata ibu, kok kata orang naik Emirates itu enak ya, kalau tau seperti itu mendingan kita naik KLM aja seperti biasanya, ibu sich kasian sama acha mana makan dipesawatnya susah terus harus nunggu lama lagi. emang sich ibu dan acha baru sekali ini naik pesawat emirates.....
selama nunggu keberangkatan selanjutnya semua transportasi, akomodasi dan konsumsi di Dubay di tanggung sama emirates, selama menunggu acha istirahat di Hotel Emirates dan untuk makan acha, ayah dan ibu di kasih kupon untuk makan 4 kali makan, jadi sebelum makan kita harus memberi kupon terlebih dahulu...
di Dubay itu udaranya sangat panas sekali, acha aja waktu nunggu mobil yang ngantar dari bandara menuju hotel aja rewel karena kata acha ngga bisa napas, habis di German suhunya sejuk dan udaranya bersih sekali, selama menunggu acha ngga kemana-mana hanya nunggu di hotel aja habis acha ngga kuat kalau keluar dari hotel, keluar buat foto aja di depan hotelnya acha langsung batuk batuk dan kata acha ngga bisa napas buuuuuuuuuu.... pengap sekali...
bucik sebentar-sebentar sms nanyain jam berapa sampai di Jakarta, soalnya bucik sama nenek ibu mau jemput di bandara, eh ternyata HP buca baterenya mati dan Hp ayah pulsanya habis, jadi ngga bisa balas sms , kata bucik balas donk ada di mana nich nenek udah cemas dan ngga bisa tidur, dan nenek ayah juga nelpon bucik nanyain acha sudah sampai atau belum. Berkali-kali bucik sms nanyain, tolong di balas dong kita udah cemas semua nich dan semua saudara nanyain, bucik jadi bingung untuk menjawabnya, bucik harus ngomong apa donk, maaf ya cik kita bikin pusing, habis itu diluar dugaan kita sich cik.
jam 12 malam waktu Dubai, acha, ayah dan ibu diantar sama mobil hotel menuju bandara dan Alhamdulillah jam 15 siang sampai di Singapore. Sampai di Singapore untung aja petugasnya baik kita di antar pakai mobil menuju loketnya, kalau ngga bisa-bisa acha nginap di Singapore heeee...., alhamdulillah jam 16 acha sampai di bandara soekarno Hatta, di bandara acha lansung minta makan di MCD heee..heee...
Sesampai di Hamburg ternyata pesawatnya delay dan acha harus nunggu dari jam 12 sampai jam 19, dan seharusnya pesawat itu berangkat jam 15, selama kurang lebih 4 jam itu acha nunggu di Hamburg sambil main dan ternyata menunggu itu ngga enak benar.
Karena berangkatnya di delay selama 4 jam otomatis sampainya di Dubay juga telat, pertamanya kata petugas di Hamburg nanti pesawatnya dari Dubay menuju Jakarta akan nunggu pesawat yang dari Hamburg ternyata pesawat yang acha tumpangi itu sampai di Dubay pesawat dari Dubay menuju Jakarta sudah berangkat, aduh ketinggalan pesawat nich kata ayah, gimana nich kata petugas yang di Hamburg nunggu ternyata ngga ya.... gimana lagi donk nak kita harus nunggu di Dubay seharian menunggu pesawat berikutnya.........hemmmmmmmm dengar gitu ibu sama acha langsung lemas dech, soalnya kita udah lari lari takut ketinggalan....
Setelah ayah menemui petugasnya ayah di kasih tiket baru dan berangkat lagi jam 12 malam waktu Dubai katanya, aduh ada-ada aja gimana nich, kita harus nunggu dimana masa kita nunggu di Bandara dari jam 4 subuh sampai jam 12 malam kata ibu, kok kata orang naik Emirates itu enak ya, kalau tau seperti itu mendingan kita naik KLM aja seperti biasanya, ibu sich kasian sama acha mana makan dipesawatnya susah terus harus nunggu lama lagi. emang sich ibu dan acha baru sekali ini naik pesawat emirates.....
selama nunggu keberangkatan selanjutnya semua transportasi, akomodasi dan konsumsi di Dubay di tanggung sama emirates, selama menunggu acha istirahat di Hotel Emirates dan untuk makan acha, ayah dan ibu di kasih kupon untuk makan 4 kali makan, jadi sebelum makan kita harus memberi kupon terlebih dahulu...
di Dubay itu udaranya sangat panas sekali, acha aja waktu nunggu mobil yang ngantar dari bandara menuju hotel aja rewel karena kata acha ngga bisa napas, habis di German suhunya sejuk dan udaranya bersih sekali, selama menunggu acha ngga kemana-mana hanya nunggu di hotel aja habis acha ngga kuat kalau keluar dari hotel, keluar buat foto aja di depan hotelnya acha langsung batuk batuk dan kata acha ngga bisa napas buuuuuuuuuu.... pengap sekali...
bucik sebentar-sebentar sms nanyain jam berapa sampai di Jakarta, soalnya bucik sama nenek ibu mau jemput di bandara, eh ternyata HP buca baterenya mati dan Hp ayah pulsanya habis, jadi ngga bisa balas sms , kata bucik balas donk ada di mana nich nenek udah cemas dan ngga bisa tidur, dan nenek ayah juga nelpon bucik nanyain acha sudah sampai atau belum. Berkali-kali bucik sms nanyain, tolong di balas dong kita udah cemas semua nich dan semua saudara nanyain, bucik jadi bingung untuk menjawabnya, bucik harus ngomong apa donk, maaf ya cik kita bikin pusing, habis itu diluar dugaan kita sich cik.
jam 12 malam waktu Dubai, acha, ayah dan ibu diantar sama mobil hotel menuju bandara dan Alhamdulillah jam 15 siang sampai di Singapore. Sampai di Singapore untung aja petugasnya baik kita di antar pakai mobil menuju loketnya, kalau ngga bisa-bisa acha nginap di Singapore heeee...., alhamdulillah jam 16 acha sampai di bandara soekarno Hatta, di bandara acha lansung minta makan di MCD heee..heee...
Mittwoch, 13. Juni 2007
Wisuda ayah
Alhamdulillah ayah cha sudah lulus, sekolahnya di German sudah selesai, tanggal 8 Juni kemaren ayah ujian dan wisudanya tanggal 13, acha sebelumnya sering tanya ke ibu, nanti wisuda ayah itu seperti apa? apa sama dengan wisuda pak cik di Indonesia ? kata acha asik nanti acha mau jajan dan beli balon, soalnya waktu wisuda pak cik banyak orang jualan hee..hee..., Setelah sampai di tempat wisuda ayah, acha masih bingung kok ngga rame kayak wisuda di Indonesia kata acha, terus nanti topinya seperti apa? apa acha boleh pinjam topi ayah?, setelah liat topi ayah acha malah ketawa, kata acha kok topi wisuda ayah lucu banyak tempelannya ada seperti cacing, ada bendera merah putih, ada permen, ada keripik, ada kapal dan banyak yang lainnya, terus kata acha kok aneh ya bu topinya banyak tempelan gambar he...he...hee...
Hari selasa acha, ibu ikut ayah ke sekolah ayah untuk ngambil Ijazah, dan acha juga liat ibu guru ayah nyetak Ijazah ayah dan acha sempat berpoto sama guru ayah he..he..he...he......
Montag, 21. Mai 2007
Lübeck, Rostock & Berlin
Hari Kamis acha, ibuk, ibu dan ayah pergi ke Rostock, sebelum ke Rostock acha mampir dulu di Lübeck, di depan Haupbahnhoft Lübeck acha istirahat sambil makan siang. Setelah perut nyaman, acha menyusuri pusat kota dan menuju menara gerbang kota Lübeck dan poto-poto dech. Sesuai dengan jadwal kereta api, perjalanan diterukan ke rumah tante Catur di Rostock. Sesampai di rumah tante catur acha di suguhin makan malam yang eunak, apalagi setelah menempuh perjalanan panjang dari Büsum.
Keesokan harinya acha berangkat ke Berlin. Dari Haupbahnhoft Berlin acha melewati sungai Spree menuju ke Bundestag (Reichastag building). Acha sangat senang sekali bisa masuk ke Bundestag dengan mudah, karena kalau tidak bersama acha ibuk, ibu dan ayah harus antri untuk masuk ke Bundestag, dan antrinya sangat panjang sekali. Untungnya kalau orang tua ber
serta anak kecil, bisa masuk jalur lain tanpa harus antri yang panjang itu, kata acha untung ada acha, coba kalau ngga ada acha antri dech he..he..he... Acha naik sampai ke puncaknya Bundestag, di atas acha juga sempat main seluncuran, dan bisa melihat Alexander Platz, Posdammer Plat, Europa plat, Berliner Dom. Tapi acha ngga tahan lama di atas gedung itu, habis panas sekali dan juga orangnya sangat banyak. Dari Bundestsg acha jalan sedikit nyampe dech di Brandenburg Gate dan Federal Chancellery, setelah itu acha naik U-bahn menuju Stadmitte (pusat kota) dan acha terus lagi ke Kirbach strase Check Point Charlie perbatasan Jerman Barat dengan Jerman Timur tempo dulu yang terkanal dengan tembok berlinnya. acha nyari batu dan sisa temboknya disana, juga acha beli baju. Sorenya jam 6.41 acha balik lagi ke rumah tante Catur (Rostock). Besoknya tanggal 19 Mei acha datang lagi ke Berlin kali ini tante Caturnya ikut, dan acha langsung ke Posdam, di sana banyak istana, kata acha kenapa rumahnya prensesin (putri raja) bagus sekali????? terus kenapa prinsensin rumahnya besar dan banyak, kenapa orang buat patungnya??????? pokonya acha sangat penasaran sama rumahnya prinsesin he....he...he..., sepanjang jalan acha tak berhentinya menanyakan si prensesin he..he..,
Setelah lelah mengitari posdam, perjalanan dilajutkan ke pusat kota berlin lagi, biasa melengkapai photo2, dengan jalan kaki dan naik bus. Sorenya dengan kereta api terakhir, kembali ke Rostock untuk persiapan tour terakhir di kota Rostock dan pantai Wanemunde, karena acha sudah kangen maen pasir, kayak yang di dekat rumah nenek di Mukomuko.
Abonnieren
Posts (Atom)









